PENANGKAL PETIR JAKARTA
KOTA JAKARTA
Berdasarkan letak DKI Jakarta secara geografis, DKI Jakarta memiliki iklim tropis yang menyebabkan Jakarta memiliki dua musim yaitu hujan dan kemarau. Dua musim ini berkaitan erat dengan suhu minimum dan maksimum yang terjadi setiap tahunnya. Iklim dan cuaca merupakan gambaran parameter dari kondisi atmosfer di suatu wilayah yang dibentuk dari unsur-unsur seperti kelembaban, suhu udara, tekanan udara, dan kecepatan angin. Iklim dan cuaca ini dapat diukur dengan menggunakan alat seperti termometer atau hygrometer.
Pada tahun 2020, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu minimum di DKI Jakarta adalah 24 0C, sedangkan suhu maksimum mencapai 35,60 0C dengan suhu rata-rata 28,80 0C. Jika dilihat pada grafik di atas, suhu rata-rata di Stasiun Pengamatan Tanjung Priok lebih tinggi dari suhu rata-rata di Stasiun Pengamatan Kemayoran. Suhu rata-rata terendah terjadi pada bulan Februari yaitu 27,72 0C di Stasiun Pengamatan Kemayoran dan 27,92 0C di Stasiun Pengamatan Tanjung Priok. Setelah itu, suhu rata-rata cenderung naik hingga mencapai puncaknya pada bulan Mei yaitu 29,58 0C di Stasiun Pengamatan Kemayoran dan 29,72 0C di Stasiun Pengamatan Tanjung Priok.
Suhu minimum tahunan yang diamati dari Stasiun Pengamatan Kemayoran adalah 24,00 0C yang terjadi pada bulan Januari, Februari, Agustus, September, dan Oktober. Sedangkan, dari pengamatan di Stasiun Kemayoran suhu tertingginya mencapai 35,60 0C yang terjadi pada bulan Mei. Suhu minimum tahunan yang diamati dari Stasiun Tanjung Priok adalah 24,00 0C yang terjadi pada bulan Desember, sedangkan suhu tertingginya mencapai 35,20 0C yang terjadi terjadi pada bulan Mei dan Juni.
Kelembaban udara yang dapat diukur menggunakan higrometer dapat berubah-ubah dan sangat bergantung pada suhu di suatu wilayah. Pada tahun 2020, kelembaban udara minimum di DKI Jakarta adalah 38,00% dan kelembaban maksimum adalah 100%. Pada tahun yang sama, kelembaban udara rata-rata di DKI Jakarta adalah 76,00%. Kelembaban udara rata-rata tertinggi yang diamati dari Stasiun Kemayoran dan Tanjung Priok terjadi pada bulan Februari masing-masing sebesar 83,78% dan 84,19%. Bulan Agustus merupakan bulan dengan kelembaban udara rata-rata tertinggi masing-masing 70,89% di Stasiun Kemayoran dan 73,27% di Stasiun Tanjung Priok. Tren kelembaban udara di dua stasiun pengamatan yaitu Kemayoran dan Tanjung Priok cenderung sama yang sempat naik pada bulan Februari dan cenderung turun dari bulan Maret sampai dengan September.
Pada tahun 2020, BMKG Indonesia mencatat kecepatan angin minimum di DKI Jakarta yaitu 1,23 m/detik, sedangkan kecepatan maksimum angin mencapai 1,98 m/detik. Kecepatan angin yang diamati dari Stasiun Tanjung Priok lebih tinggi jika dibandingkan dengan Stasiun Kemayoran. Kecepatan angin tertinggi terjadi pada bulan Desember yaitu 3,61 m/det yang tercatat di Stasiun Pengamatan Tanjung Priok. Kecepatan angin terendah pada bulan Mei yaitu 1,23 m/det yang tercatat di Stasiun Pengamatan Kemayoran. Pada tahun yang sama, BMKG mencatat tekanan udara rata-rata di DKI Jakarta sebesar 1.003,30 mb. Sedangkan, tekanan udara minimum dan maksimum masing-masing berada pada angka 1.003,90 dan 1.014, 30 mb.
Data dari BMKG Indonesia menunjukkan, rata-rata penyinaran matahari sepanjang tahun 2020 sebesar 55,00%. Rata-rata lama penyinaran matahari dari pengamatan di Stasiun Pengamatan Tanjung Priok lebih tinggi jika dibandingkan dengan Stasiun Pengamatan Kemayoran. Rata-rata lama penyinaran matahari tertinggi terjadi pada bulan Agustus yaitu 96,85% yang tercatat di Stasiun Pengamatan Tanjung Priok. Rata-rata lama penyinaran matahari terendah terjadi pada bulan Februari yaitu 35,34% yang tercatat di Stasiun Pengamatan Kemayoran.
Pada tahun 2020, BMKG Indonesia mencatat terjadi sebanyak 168 hari hujan di DKI Jakarta. Curah hujan tertinggi pada tahun 2020 menurut Stasiun Pengamatan Kemayoran dan Tanjung Priok terjadi pada bulan Februari yaitu 1.043,20 dan 784,50 mm. Selanjutnya, curah hujan yang diamati dari Stasiun Pengamatan Kemayoran mengalami penurunan yang cukup signifikan sampai dengan titik terendahnya yaitu 12,10 mm pada bulan Juli. Curah hujan di antara bulan Maret sampai dengan Desember cenderung stabil baik berdasarkan pengamatan di Stasiun Kemayoran maupun Tanjung Priok.
DKI Jakarta merupakan provinsi yang terletak pada dataran rendah dan utara pulau Jawa. Selain itu juga, DKI Jakarta memiliki Sungai Ciliwung dan beberapa anak sungainya. Jika kita hubungkan dengan curah hujan yang cukup tinggi di DKI Jakarta sepanjang tahun 2020, dapat dikatakan bahwa DKI Jakarta memiliki potensi banjir di beberapa titik. Oleh karena itu, penduduk DKI Jakarta harus bisa menjaga lingkungan agar terhindar dari risiko banjir.
PENANGKAL PETIR
Petir atau Halilintar adalah fenomena alam yang kapan saja dan dimana saja bisa terjadi, selain berdampak positif petir juga berdampak negatif dan cenderung berbahaya bagi makhluk hidup yang ada di muka bumi, untuk meminimalisir resiko yang ditimbulkan oleh sambaran petir manusia bertahun tahun lalu telah mempelajari sifat petir dan cara menghindar dari sambaran petir. Bahkan sampai dengan saat ini Pemerintah dengan Undang undangnya juga mengatur bagaimana instalasi penangkal petir atau penyalur petir yang baik.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor Per. 02/Men/1989 Tahun 1989 tentang Pengawasan Instalasi penangkal petir ("Permenaker 02/Men/1989") yang hingga kini peraturan tersebut tidak ada perubahan dan masih digunakan sebagai acuan dalam pemasangan penangkal petir. Penangkal petir atau yang dalam Permenaker 02/Men/1989 disebut sebagai penyalur petir ini dipasang dengan perlengkapan lainnya dalam satu kesatuan untuk menangkap muatan petir dan menyalurkannya ke bumi.
Instalasi penangkal petir ialah seluruh susunan penangkal petir terdiri atas penerima (Air Terminal/Batang Penangkal Petir), Penghantar Penurunan (Down Conductor), Elektroda Bumi (Earth Electrode) termasuk perlengkapan lainnya yang merupakan satu kesatuan berfungsi untuk menangkap muatan petir dan menyalurkannya ke bumi. banyak orang yang dapat hanya sekedar melakukan instalasi penangkal petir, tetapi banyak pula kita temukan instalasi yang tidak baik / layak, bahkan jauh dari peraturan undang undang yang telah ditetapkan oleh pemerintah. sehingga seringkali kami mendapatkan klien yang membutuhkan perizinan penangkal petir tetapi harus melakukan pemasangan ulang karena instalasi dianggap tidak layak untuk digunakan setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak K3 Disnaker.
Penangkal Petir Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa penangkal petir yang berkompeten dan dapat dipercaya melakukan instalasi penangkal petir sesuai standar keamanan menurut undang undang. kami selalu berusaha memberikan solusi untuk kebutuhan penangkal petir, mulai dari external protection, internal protection, rekondisi instalasi penangkal petir, perbaikan grounding system untuk penangkal petir, listrik, genset, bahkan sampai dengan pengurusan izin diseluruh wilayah.
Untuk Head penangkal petir elektrostatis yang dapat kami referensikan antara lain :
Penangkal Petir Evo Franklin
Merk : "Evo Franklin"
Type : EF 60
Produksi : Indonesia
Radius : +/- 60 m
(pada ketinggian 20 m)
Penangkal Petir Evo Franklin
Merk : "Evo Franklin"
Type : EF 85
Produksi : Indonesia
Radius : +/- 85 m
(pada ketinggian 20 m)
Penangkal Petir Evo Franklin
Merk : "Evo Franklin"
Type : EF 150
Produksi : Indonesia
Radius : +/- 150 m
(pada ketinggian 20 m)
Penangkal Petir Kurn
Merk : "KURN"
Type : R 150
Produksi : Indonesia
Radius : +/- 125 m
(pada ketinggian 20 m)
Penangkal Petir Gent
Merk : "GENT"
Type : A
Produksi : Indonesia
Radius : +/- 150 m
(pada ketinggian 20 m)
Penangkal Petir Current
Merk : "CURRENT"
Type : CR120
Produksi : Indonesia
Radius : +/- 120 m
(pada ketinggian 20 m)
Penangkal Petir Viking
Merk : "VIKING"
Type : V 6
Produksi : Indonesia
Radius : +/- 113 m
(pada ketinggian 20m)
Penangkal Petir UFO
Merk : "UFO"
Type : F2
Produksi : Indonesia
Radius : +/- 100 m
(pada ketinggian 20 m)
Penangkal Petir UFO
Merk : "UFO"
Type : F1
Produksi : Indonesia
Radius : +/- 70 m
(pada ketinggian 20 m)
Penangkal Petir Thomas
Merk : "THOMAS"
Type : 125
Produksi : Indonesia
Radius : +/- 125 m
(pada ketinggian20m)
Penangkal Petir Orion
Merk : "ORION"
Type : R80, R120
Produksi : Indonesia
Radius : +/- 120 m
(pada ketinggian 20 m)
Penangkal Petir Flash Vectron
Merk : "FLASH VECTRON"
Type : FV6
Produksi : Indonesia
Radius : +/- 150 m
(pada ketinggian 20 m)
Penangkal Petir Neo Flash
Merk : "Neo Flash"
Type : TZ.05
Produksi : Indonesia
Radius : +/- 150 m
(pada ketinggian 20 m)
Penangkal Petir BlueCRN2
Merk : "BlueCRN2"
Type : N3.35, N3.70, N4.120
Produksi : Indonesia
Radius : +/- 110 m
(pada ketinggian 20 m)
Penangkal Petir Guardian
Merk : "GUARDIAN"
Type : CAT II
Produksi : Australia
Radius : +/- 99 m
(pada ketinggian 20m)
Penangkal Petir Prevectron
Merk : "PREVECTRON"
Type : S6 60
Produksi : Prancis
Radius : +/- 113 m
(pada ketinggian 20m)
Penangkal Petir EF
Merk : "EF"
Type : 1 type
Produksi : Swiss
Radius : +/- 110 m
(pada ketinggian 20 m)
Penangkal Petir Erico
Merk : "Eritech Erico"
Type : System 1000, 2000, 3000
Produksi : Australia
Radius : +/- 120 m
(pada ketinggian 20 m)
Semua head yang kami tawarkan baik, semua pilihan tinggal sesuai kebutuhan radius dan selera saja.
Dapatkan penawaran terbaik dari kami.

Komentar